“Sekolah yang mendapatkan predikat terbaik harus mampu menjadi contoh dan memberikan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya. Keberhasilan yang telah dicapai harus dilanjutkan dengan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan, dikembangkan dan dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sabu Raijua,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek BOSKINERJA tidak boleh berhenti pada pemahaman teori maupun pemenuhan aspek administratif. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus diterapkan secara nyata di masing-masing satuan pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai budaya kerja di lingkungan sekolah.

Iklan

SPMI, kata dia, tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen atau instrumen administratif. Sistem tersebut harus menjadi proses berkelanjutan untuk mengidentifikasi persoalan, menyusun rencana perbaikan, melaksanakan program, mengevaluasi hasil, serta menindaklanjuti temuan evaluasi.

“Peningkatan mutu tidak dilakukan hanya ketika ada penilaian atau monitoring dari pihak luar, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekolah,” ujarnya.

Empat Sekolah Didorong Menjadi Sekolah Model

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap empat satuan pendidikan penerima BOSKIN Terbaik Tahun 2026 dapat berkembang menjadi sekolah model dalam penerapan budaya mutu.