Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kemandirian ini tidak diartikan sebagai perpisahan dari relasi persekutuan sinode atau klasis, melainkan kedewasaan daya dan dana di mana jemaat lokal bertindak sebagai subjek pelayanan yang aktif memfungsikan setiap karunia anggota tubuh Kristus tanpa dikuasai oleh rasa takut finansial,” ujar Pdt. Saneb.
Ia menekankan bahwa kemandirian jemaat harus diwujudkan melalui kemampuan warga jemaat untuk mengambil bagian secara aktif dalam pelayanan, baik melalui tenaga, pikiran, sumber daya maupun berbagai karunia yang dimiliki.
Dengan demikian, jemaat tidak hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi berkembang menjadi subjek yang mampu menggerakkan pelayanan di tengah masyarakat.
Pdt. Fresna Mengga Resmi Layani Jemaat Irene Oefoe
Penempatan Pdt. Fresna Mengga sebagai pendeta jemaat menjadi bagian penting dalam momentum pemandirian tersebut.
Pdt. Saneb mengatakan kehadiran pendeta baru mempertegas bahwa kepemimpinan pastoral kini berakar langsung di tengah kehidupan masyarakat Oefoe.
Relasi antara pendeta dan jemaat diharapkan dibangun dalam semangat saling menopang.
Jemaat mendukung pelayanan pendeta melalui doa, kerja sama, serta hasil dari mata pencaharian yang dimiliki. Sebaliknya, pendeta hadir menopang kehidupan jemaat melalui pengajaran, pelayanan pastoral dan pendampingan spiritual.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan