Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Kasus batu ginjal di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tidak lagi hanya dialami kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak menyerang orang dewasa berusia 25 hingga 35 tahun akibat gaya hidup yang kurang sehat.
Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), mengatakan salah satu faktor utama meningkatnya kasus batu ginjal di Indonesia adalah iklim tropis yang membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi.
Menurutnya, kebiasaan kurang minum air putih, baik pada pekerja kantoran maupun pekerja lapangan, menjadi pemicu terbentuknya kristal di ginjal yang kemudian berkembang menjadi batu.
“Negara kita tropis, badan cenderung dehidrasi kalau kurang minum. Apalagi yang bekerja di meja atau di lapangan dan lupa minum. Kristal-kristal hasil olahan makanan menumpuk di ginjal dan jadi batu,” ujarnya saat peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Tiga Jenis Kristal Penyebab Batu Ginjal
dr. Donny menjelaskan, terdapat tiga jenis kristal yang paling sering menyebabkan batu ginjal di Indonesia, yaitu:
Ketiga jenis kristal tersebut dapat terbentuk ketika tubuh kekurangan cairan sehingga zat sisa metabolisme tidak dapat larut dan dikeluarkan secara optimal melalui urine.
Minum Air Putih Cukup jadi Cara Sederhana Mencegah Batu Ginjal
Untuk mencegah pembentukan batu ginjal, masyarakat dianjurkan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Orang dengan aktivitas normal disarankan mengonsumsi air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter setiap hari.
Namun, kebutuhan cairan akan meningkat pada orang yang rutin berolahraga, bekerja di lingkungan panas, atau memiliki aktivitas fisik tinggi.
“Idealnya 1,5 sampai 2 liter per 24 jam untuk aktivitas biasa. Jika olahraga atau stresor tinggi, harus ditambah. Ukuran minum juga berdasarkan berat badan,” jelas dr. Donny.
Pola Makan Juga Berpengaruh terhadap Risiko Batu Ginjal
Selain memenuhi kebutuhan cairan, menjaga pola makan juga menjadi langkah penting untuk menekan risiko batu ginjal.
dr. Donny mengingatkan agar konsumsi makanan yang mengandung oksalat atau asam urat dilakukan secara bijak. Beberapa di antaranya meliputi:
- Kacang-kacangan
- Emping
- Seafood
- Teh
Ia menegaskan makanan tersebut bukan dilarang, tetapi perlu dibatasi agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Selain itu, penggunaan vitamin C dosis tinggi tanpa pengawasan serta kondisi obesitas juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih.
“Bukan tidak boleh, tapi harus diatur. Juga hindari vitamin C dosis tinggi secara berlebihan. Obesitas atau berat badan tidak ideal juga berpengaruh pada gangguan saluran kemih,” katanya.
Dokter Ingatkan Risiko Batu Ginjal Bisa Kambuh
Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengungkapkan jumlah pasien gagal ginjal juga terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah apabila gangguan ginjal terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan rutin.
Ia juga mengingatkan pasien yang pernah mengalami batu ginjal agar tetap menjalani kontrol berkala meskipun batu telah berhasil ditangani. Pasalnya, batu ginjal memiliki risiko tinggi untuk terbentuk kembali apabila faktor pemicunya tidak dikendalikan.
“Pasien harus tetap kontrol meski batu sudah ditangani, karena batu bisa terbentuk lagi. Masalah makanan juga penting, banyak makanan dan obat-obatan atau jamu yang bersifat nefrotoksik,” ujarnya.
Dokter menekankan bahwa menjaga pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari, mengatur pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah efektif untuk mencegah batu ginjal maupun gangguan fungsi ginjal yang lebih serius. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan