Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan sekolah agar memperhatikan potensi dan kemampuan yang berbeda-beda dari setiap siswa.

“Kalau bidang tertentu siswa lebih pintar, tolong diperhatikan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik secara umum, tetapi juga mampu mengenali bakat dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Iklan

Pakaian Adat dan Bahasa Dawan jadi Penguat Identitas

Dorongan pelestarian bahasa Dawan juga disampaikan Bupati bertepatan dengan penerapan penggunaan pakaian adat bagi ASN Pemerintah Kabupaten TTU setiap hari Kamis.

Menurutnya, penggunaan pakaian adat dan pelestarian bahasa daerah merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan dalam memperkuat identitas budaya masyarakat TTU.

Pakaian adat menjadi simbol yang terlihat, sementara bahasa daerah menjadi bagian penting dari identitas yang hidup dan digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Karena itu, Bupati menilai pelestarian budaya perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

Bupati Minta Perda Bahasa Dawan segera Didorong

Bupati secara khusus meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU untuk mempercepat langkah regulasi mengenai penggunaan bahasa Dawan di tingkat sekolah.