Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dengan demikian, pemeringkatan Webometrics tidak semata-mata melihat popularitas sebuah perguruan tinggi, tetapi juga mempertimbangkan jejak akademik, penelitian, visibilitas digital, serta keterhubungan institusi dengan lingkungan akademik secara lebih luas.
Webometrics Akui Ada Keterbatasan
Webometrics juga mengakui terdapat sejumlah keterbatasan dalam sistem pemeringkatannya.
Peringkat sangat bergantung pada ukuran dan mencerminkan keluaran atau output institusi. Perguruan tinggi yang masuk dalam pemeringkatan juga tidak dikelompokkan berdasarkan jenisnya, misalnya antara universitas riset dan perguruan tinggi berbasis komunitas.
Selain itu, universitas yang memiliki banyak domain atau memiliki pengelolaan domain yang kurang baik dapat memperoleh skor visibilitas yang lebih rendah.
Beberapa aspek lain juga tidak menjadi ukuran langsung dalam pemeringkatan Webometrics. Di antaranya desain situs web atau pengalaman pengguna, trafik maupun analisis pengunjung, serta aktivitas pemasaran dan periklanan.
Bukan Sekadar Soal Situs Web
Pemeringkatan Webometrics pada dasarnya melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan keberadaan dan dampak akademik perguruan tinggi di ruang digital.
Aspek yang diperhitungkan mencakup dampak penelitian dan keilmuan, keterbukaan serta visibilitas akademis, keterlibatan digital dan referensi dari pihak ketiga, hingga kinerja berbagai unsur universitas yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pelayanan publik.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan