Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kehadiran kami di Kabupaten Ngada bukan hanya untuk menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, tetapi juga menjadikan daerah tersebut sebagai laboratorium pembelajaran. Pengalaman di lapangan akan menjadi bahan pembanding antara teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” ujar Prof. Jefri saat peluncuran program di Aula Setda Ngada.
Libatkan 43 Tim Akademisi dari Berbagai Fakultas
Untuk memastikan program berjalan efektif, Undana membentuk 43 tim akademisi yang terdiri atas satu tim guru besar dan 42 tim dosen dari sembilan fakultas serta Program Pascasarjana.
Program tersebut memiliki cakupan yang luas, meliputi:
- 1 tim guru besar dan 42 tim dosen dari berbagai disiplin ilmu.
- 15 desa dan kelurahan di 7 kecamatan sebagai lokasi pendampingan.
- 7 sekolah menjadi sasaran program edukasi terkait kesehatan mental, kepemudaan, dan pembangunan karakter.
Data, temuan, serta berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan akan dibawa kembali ke kampus untuk dianalisis secara akademik sebelum dirumuskan menjadi rekomendasi ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Ngada.
Pemkab Ngada Ingin Kebijakan Dibangun Berdasarkan Data Ilmiah
Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak lagi dapat mengandalkan asumsi, melainkan harus didasarkan pada hasil riset yang akurat.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan