Ia menjelaskan bahwa The Meros Center selama ini fokus pada riset kesehatan masyarakat, pelatihan tenaga pendamping, serta pendampingan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Selain itu, organisasi tersebut juga mengembangkan program berbasis WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) karena akses air bersih dan sanitasi terbukti berpengaruh langsung terhadap kesehatan anak.

Tokoh Agama jadi Kunci Edukasi Kesehatan

Dalam seminar tersebut, perwakilan The Meros Center, Julia Walters dan Claire Marcus, mengapresiasi hasil penelitian yang dinilai kaya akan perspektif lokal.

Coral menambahkan bahwa keberhasilan penanganan stunting di desa tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan.

Menurutnya, tokoh agama memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mengubah perilaku masyarakat.

Pendeta, misalnya, merupakan figur yang dipercaya masyarakat desa sehingga edukasi mengenai pentingnya gizi, sanitasi, dan pengasuhan anak akan lebih mudah diterima apabila disampaikan melalui mimbar gereja.

Dorong Perubahan Kebijakan Penanganan Stunting

Seminar diseminasi tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan penanganan stunting yang lebih sensitif terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat NTT.