Kupang, RakyatNTT.ID – Penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah pasar tradisional hingga kawasan permukiman di Kota Kupang dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh terhentinya layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai keluhan dari pedagang maupun masyarakat. Bahkan, beredar spekulasi bahwa layanan pengangkutan sampah terganggu karena anggaran operasional DLHK telah habis. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh Kepala DLHK Kota Kupang.

Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, menjelaskan penumpukan sampah di Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oebobo, Pasar Fatubesi, dan Pasar Oeba terjadi karena pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sempat terhenti selama beberapa hari.

Hal itu disampaikan Ganda saat ditemui di pelataran Kantor Perumda Pasar, Sabtu (25/7/2026).

“Memang di tiga hari terakhir itu belum ada penarikan (pengangkutan sampah) dari teman-teman DLHK untuk diangkut dari TPS ke TPA,” ujarnya.

Perumda Pasar Lakukan Penanganan Darurat

Selama layanan pengangkutan belum berjalan normal, Perumda Pasar mengambil langkah darurat dengan memindahkan sebagian sampah dari TPS di dalam area pasar menuju TPS umum terdekat.