1. Transformasi Komunitas Belajar

Mendorong keterlibatan keluarga besar (extended family) dalam pola pengasuhan anak karena budaya masyarakat NTT masih sangat mengandalkan peran keluarga besar.

2. Reinterpretasi Budaya Lokal

Mengubah berbagai mitos kesehatan yang masih berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa kolostrum merupakan “ASI basi”, menjadi pemahaman yang sesuai dengan ilmu kesehatan modern.

3. Penguatan Relasi Gender

Mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak sehingga beban pengasuhan tidak sepenuhnya ditanggung ibu.

4. Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Mengembangkan konsep 3K (Kandang, Kebun, Kolam) sebagai strategi membangun kemandirian pangan keluarga.

5. Memanfaatkan Jejaring Gereja dan Desa

Mengoptimalkan peran gereja serta lembaga sosial desa sebagai mitra utama dalam edukasi dan pendampingan keluarga.

Peran Gereja Dinilai Sangat Strategis

Field Manager Indonesia untuk Kingdom Workers, organisasi induk The Meros Center, Coral Cady-Metcalfe, mengatakan penelitian tersebut sangat membantu organisasi internasional dalam menentukan bentuk pendampingan yang tepat bagi masyarakat.

“Riset seperti inilah yang membuat perbedaan dan membantu organisasi menentukan cara terbaik dalam mendukung keluarga, baik secara fisik maupun spiritual,” ujarnya.