Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Sabu Raijua dengan meninjau sentra produksi garam dan budidaya rumput laut, Sabtu (25/7/2026).
Dua komoditas unggulan tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional.
Kunjungan lapangan dilakukan di sejumlah lokasi produksi garam dan kawasan budidaya rumput laut di Pulau Sabu dan Pulau Raijua. Tim Bappenas melihat langsung proses produksi, berdialog dengan para petambak, hingga memanen garam bersama masyarakat.
Tinjau Tambak Garam Hasil Revitalisasi KKP
Kunjungan diawali di tambak garam hasil revitalisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2025 yang berada di Desa Bodae, Menia, dan Lobohede, Pulau Sabu.
Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai tahapan produksi garam, mulai dari pengolahan air laut, proses kristalisasi hingga panen. Tim juga meninjau gudang penyimpanan garam sebagai bagian dari rantai produksi.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke tambak garam di Kecamatan Raijua yang direhabilitasi menggunakan dana APBD Kabupaten Sabu Raijua.
Bappenas memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah yang terus mengembangkan sektor pergaraman dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola utama.
Garam Sabu Raijua Miliki Kualitas Tinggi
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Lagabus Pian, menjelaskan bahwa pengembangan tambak garam berteknologi geomembran telah dimulai sejak 2013.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan