Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada September kini mencapai sekitar 78 persen.
Sementara itu, dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 28–29 Juli 2026, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekspektasi suku bunga tinggi di AS membuat aset berbasis dolar tetap menarik sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pengunduran Diri Perry Warjiyo Picu Sentimen Negatif
Dari dalam negeri, pasar juga merespons negatif kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Menurut Ibrahim, keputusan tersebut muncul di tengah pelemahan rupiah yang dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Ia menilai isu tersebut turut memunculkan kekhawatiran investor mengenai stabilitas kebijakan moneter dan independensi Bank Indonesia.
“Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran, membuat Presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia,” jelas Ibrahim.
Pelaku pasar pun menunggu kepastian mengenai arah kepemimpinan Bank Indonesia serta langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor.
Rasio Utang Perlu Dilihat secara Menyeluruh
Selain perkembangan nilai tukar, Ibrahim juga menyoroti kondisi fiskal Indonesia.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan