Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Investasi Domestik Melambat, Ekonomi Diperkirakan Tumbuh di Bawah 5 Persen
Selain tekanan global, Ibrahim juga menyoroti kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi tantangan.
Di tengah derasnya arus investasi asing, lemahnya investasi dalam negeri dan masih lesunya konsumsi rumah tangga diperkirakan menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026.
Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan hanya mencapai sekitar 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meskipun realisasi investasi pada kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun, atau tumbuh 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi investasi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi perlambatan permintaan domestik.
PMA Melonjak, PMDN Justru Mengalami Kontraksi
Ibrahim menjelaskan bahwa kualitas pertumbuhan investasi saat ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok.
Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat melonjak 27,5 persen secara tahunan, mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap prospek jangka panjang Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi dan industri berbasis sumber daya alam.
Sebaliknya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) justru mengalami kontraksi 7,8 persen, menjadi penurunan pertama sejak kuartal I 2021.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan