Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melihat tingginya risiko tersebut, penguatan sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.
Libatkan BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah hingga Masyarakat Desa
Simulasi tingkat kabupaten ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, pemerintah desa, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat.
Peserta berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, yakni Desa Polo, Linamnutu, Oebelo, Batnun, dan Meusin. Kegiatan ini juga diikuti peserta pengamat dari Desa Motaulun, Kabupaten Malaka.
Latihan tersebut dirancang untuk menguji efektivitas sistem kesiapsiagaan yang telah dibangun sebelumnya melalui berbagai tahapan, seperti penilaian risiko bencana secara partisipatif, pembentukan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), penyusunan Rencana Kontinjensi Desa, penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, hingga penyusunan Protokol Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD).
Simulasi Uji Seluruh Tahapan Penanganan Bencana
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mempraktikkan seluruh prosedur penanganan bencana secara menyeluruh.
Dimulai dari pemantauan prakiraan cuaca dan penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat, peserta kemudian melakukan aksi antisipatif sebelum banjir terjadi.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan