Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat lokal menjadi investasi penting dalam membangun sistem kemanusiaan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa masyarakat bukan sekadar penerima bantuan, melainkan pelaku utama dalam aksi kemanusiaan. Karena itu, Penabulu–Oxfam mendorong sistem kemanusiaan yang lebih efektif, berbasis bukti, akuntabel, dan dipimpin oleh aktor lokal. Simulasi ini menjadi ruang untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan mekanisme yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan sejak peringatan dini diterima. Ketika kapasitas lokal menguat, respons terhadap bencana menjadi lebih cepat, lebih tepat, dan lebih bermartabat,” jelas Rini.
Perkuat Sistem Kemanusiaan Berbasis Kepemimpinan Lokal
Melalui simulasi ini, Penabulu–Oxfam dan Yayasan CIS Timor Indonesia berharap berbagai pembelajaran yang diperoleh dapat menyempurnakan Protokol Aksi Merespons Peringatan Dini, memperkuat Rencana Kontinjensi Desa, meningkatkan mekanisme koordinasi lintas sektor, serta memperkokoh sistem kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kepemimpinan lokal dalam sistem kemanusiaan Indonesia, sehingga masyarakat memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat ketika ancaman bencana muncul.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan