Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Kupang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Pengurus Anak Cabang (PAC) secara serentak di Hotel T-More Sahid Kupang, Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik ke depan.
Musancab dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, Dr. Andreas Hugo Parera, Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Yunus Takandewa, jajaran pengurus DPD, pengurus DPC, seluruh PAC, hingga pengurus ranting se-Kota Kupang.
Yeskiel Loudoe: Musancab Momentum Evaluasi dan Penguatan Partai
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kupang Yeskiel Loudoe mengatakan Musancab merupakan agenda organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sebagai bagian dari mekanisme konsolidasi internal partai.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga sarana mengevaluasi kinerja organisasi serta menyusun kebijakan strategis dalam menghadapi agenda politik mendatang.
“Kita harus tetap solid karena tujuan utama Musancab adalah memperkuat konsolidasi organisasi, melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus, sekaligus merumuskan kebijakan strategis menghadapi agenda politik yang akan datang,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh kader yang telah dilantik untuk meninggalkan berbagai dinamika internal dan kembali bersatu membesarkan partai.
“Setelah semua proses selesai dan pengurus dilantik, mari kita bersatu membawa partai ini menjadi lebih kuat. DPC Kota Kupang tetap solid. Dinamika yang ada telah diselesaikan dengan baik. Sekarang saatnya bekerja karena rakyat membutuhkan peran kita semua,” tegas Yeskiel.
Yunus Takandewa: Kota Kupang Barometer Politik NTT
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum penting untuk menata kekuatan partai hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, Kota Kupang memiliki posisi strategis sebagai barometer politik di Nusa Tenggara Timur sehingga seluruh kader harus kembali memperkuat basis organisasi.
“Kota Kupang merupakan barometer politik NTT. Kita patut berterima kasih kepada masyarakat Kota Kupang yang pernah memberikan kepercayaan kepada PDI Perjuangan memimpin DPRD selama dua periode,” katanya.
Yunus menambahkan, evaluasi struktur partai di setiap daerah pemilihan akan terus dilakukan agar organisasi semakin siap menghadapi kontestasi politik.
Ia optimistis PDI Perjuangan mampu kembali menjadi kekuatan utama apabila seluruh kader menjaga soliditas dan semangat gotong royong.
“Kota Kupang harus kembali menegakkan kewibawaannya sebagai partai yang pernah memenangkan pemilu. Kalau kita solid, bukan tidak mungkin kemenangan itu bisa kita raih kembali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yunus juga mendorong perjuangan pembentukan kawasan perdagangan bebas di NTT mengingat posisi provinsi ini berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Menurutnya, kerja sama perdagangan lintas negara merupakan gagasan yang telah lama diperjuangkan dan perlu terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Andreas Hugo Parera: Revitalisasi Struktur untuk Perkuat Kaderisasi
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Dr. Andreas Hugo Parera menyampaikan bahwa PDI Perjuangan saat ini memiliki struktur organisasi yang lengkap di seluruh Indonesia.
Ia menyebut partai telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, serta lebih dari 17 ribu pengurus PAC yang didukung ratusan ribu kader dari tingkat ranting hingga pusat.
“Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dan terkonsolidasi dengan baik. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi berhasil kita bangun bersama,” ujarnya.
Menurut Andreas, Musancab menjadi bagian dari proses revitalisasi organisasi karena dalam perjalanan partai selalu terjadi dinamika, mulai dari kader yang purnatugas, berpindah partai hingga tidak lagi aktif.
Karena itu, pembentukan kepengurusan baru dinilai penting agar mesin partai tetap berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
Tiga Tugas Utama Pengurus PAC
Dalam arahannya kepada pengurus PAC yang baru dilantik, Andreas Hugo Parera menekankan tiga tugas utama yang harus dijalankan kader di tingkat kecamatan.
Pertama, pengurus harus mampu membangun komunikasi politik yang baik dengan masyarakat sehingga dapat menjelaskan berbagai persoalan kebangsaan maupun kebijakan pemerintah secara tepat.
Kedua, kader diminta aktif melakukan advokasi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk membantu warga mengakses berbagai program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), BPJS Kesehatan, dan layanan sosial lainnya.
Menurutnya, kehadiran kader dalam membantu masyarakat akan membangun kepercayaan publik terhadap partai.
Ketiga, setelah komunikasi dan advokasi dilakukan, kader harus memperluas penggalangan masyarakat agar semakin banyak warga terlibat dalam aktivitas partai.
“Partai ini tidak boleh hanya diisi oleh kita-kita saja. Setelah melakukan komunikasi dan advokasi, kita harus mengajak lebih banyak masyarakat untuk bergabung dan berjuang bersama membesarkan PDI Perjuangan,” tegas Andreas.
Melalui Musancab serentak ini, PDI Perjuangan Kota Kupang menegaskan komitmennya memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta menyiapkan strategi politik menghadapi berbagai agenda demokrasi di masa mendatang dengan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan