Menurut mereka, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Orang Tua dan Pekerja Bangunan Ikut Berswadaya

Ketua Komite SD Inpres Naimata, Siprianus D. Nar, mengatakan bantuan yang diberikan berasal dari sumbangan sukarela orang tua siswa melalui komite sekolah.

Menariknya, para pekerja bangunan yang ikut membangun gedung sekolah—yang sebagian besar juga merupakan orang tua siswa dan warga sekitar—turut memberikan kontribusi dalam penyelesaian halaman sekolah.

Iklan

Awalnya, area seluas sekitar 500 meter persegi tersebut hanya berupa tanah yang berdebu saat musim kemarau dan berlumpur ketika musim hujan.

Kini, halaman sekolah berubah menjadi lebih rapi setelah dipasang paving block yang menyatu dengan bangunan baru hasil Program Revitalisasi Pendidikan.

“Itu yang kami sumbang bersama para pekerja di sini, nilainya sekitar Rp200 juta,” ungkap Siprianus.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan halaman sekolah merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus bagian dari upaya menjadikan SD Inpres Naimata sebagai sekolah yang nyaman dan inklusif.

“Sehingga banyak dari orang tua pun berkontribusi,” tambah Siprianus yang juga menjabat sebagai Ketua P2SP.

Gotong Royong jadi Wujud Nilai Pancasila

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam mendukung Program Revitalisasi Pendidikan.