Tambolaka, RakyatNTT.ID – MNC Peduli terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan dan energi bersih di wilayah terpencil.

Mewakili Ketua Umum MNC Peduli, Liliana Tanoesoedibjo, Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca Callista meresmikan Rumah Belajar Kampung Lete Palolo di Desa Onggol, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/7/2026).

Dilansir dari LintasSumba.com, selain meresmikan bangunan Rumah Belajar berukuran 5 x 7 meter, MNC Peduli juga menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) lengkap dengan inverter berkapasitas 2.400 watt, serta sambungan listrik tenaga surya untuk 38 rumah warga di Kampung Lete Palolo.

Iklan

Peresmian tersebut dihadiri Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, Ketua DPD Partai Perindo SBD sekaligus Wakil Ketua II DPRD SBD Yusuf Bora, Ketua Fraksi Perindo DPRD SBD Stefanus Rangga Bola, anggota DPRD Perindo SBD, tim Miss Indonesia, aparat pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.

Audrey Bianca: Listrik Harus Menyalakan Harapan Anak-anak

Dalam sambutannya, Audrey Bianca Callista mengatakan setiap anak memiliki mimpi yang layak diperjuangkan, meski hidup dalam berbagai keterbatasan.

Ia mengungkapkan, pembangunan Rumah Belajar dan penyediaan listrik tenaga surya di Kampung Lete Palolo tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak kunjungan pertamanya ke desa tersebut pada Desember tahun lalu.

Saat itu, Audrey melihat langsung kondisi masyarakat yang belum menikmati aliran listrik sehingga anak-anak kesulitan belajar pada malam hari.

“Saya tidak bisa membayangkan kalau saya berada di posisi anak-anak di sini. Apakah saya bisa sampai menjadi Miss Indonesia? Karena itu saya bersikeras agar proyek ini bisa dilaksanakan di Sumba Barat Daya,” ujarnya.

Audrey berharap kehadiran listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membangkitkan semangat generasi muda untuk terus mengejar cita-cita.

“Saya berharap yang terus menyala bukan hanya lampu atau listrik, tetapi juga semangat juang anak-anak Kampung Lete Palolo. Saya juga berharap dua atau tiga tahun lagi ketika saya kembali, gedung ini masih bersih dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” katanya.

Energi Surya jadi Fondasi Pendidikan dan Pembangunan

Chief Residential Solutions ATW Group sekaligus Ketua Yayasan Cita Kasih Global (ALFABET Group), Albert Nathaniel, menjelaskan sistem PLTS yang dipasang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik ramah lingkungan.

Instalasi tersebut terdiri atas panel surya berkapasitas sekitar 3.500 watt peak dengan baterai berkapasitas sekitar 5.000 watt hour, sehingga mampu menyediakan pasokan listrik selama lebih dari 20 jam sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurutnya, kehadiran listrik akan memberikan dampak luas bagi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kehadiran listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.

Bupati SBD: Pendidikan jadi Prioritas Daerah

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan apresiasi kepada MNC Peduli, Miss Indonesia, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah menghadirkan Rumah Belajar serta listrik tenaga surya bagi masyarakat Kampung Lete Palolo.

Menurutnya, bantuan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mewujudkan SBD Hebat yang sehat, cerdas, berkarakter, berbudaya, dan berketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mengungkapkan bahwa Sumba Barat Daya masih menghadapi berbagai tantangan sebagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini angka putus sekolah masih mencapai sekitar 14 ribu anak, sedangkan rata-rata lama sekolah baru sekitar 6,3 tahun, setara lulusan sekolah dasar.

Karena itu, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Melalui kehadiran Rumah Belajar ini, anak-anak memiliki akses belajar yang lebih dekat. Ke depan, tempat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai taman bacaan atau perpustakaan desa sehingga semakin banyak anak memperoleh ilmu pengetahuan melalui budaya membaca,” ujarnya.

Warga Kini Punya Harapan Baru

Mewakili masyarakat Kampung Lete Palolo, tokoh masyarakat Daniel Dara Holo menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

Selama bertahun-tahun, kata dia, warga hidup tanpa aliran listrik sehingga anak-anak mengalami kesulitan belajar pada malam hari. Dengan hadirnya PLTS dan Rumah Belajar, masyarakat memiliki harapan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Miss Indonesia, MNC Peduli, para sponsor, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, dan semua pihak yang telah memperhatikan kampung kami. Bantuan ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk masa depan anak-anak kami,” ungkapnya.

Perindo Sebut Kolaborasi jadi Kunci Pembangunan

Ketua DPD Partai Perindo Sumba Barat Daya, Yusuf Bora, mengapresiasi kolaborasi antara MNC Peduli, Miss Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh sponsor dalam merealisasikan program tersebut.

miss indonesia
Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa (kanan) dan pengurus bersama Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca Callista (kiri) di SBD beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial bekerja bersama.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa, mengaku bangga atas perhatian Ketua Yayasan Miss Indonesia sekaligus Ketua Umum MNC Peduli, Liliana Tanoesoedibjo, yang telah menghadirkan program tersebut di wilayah terpencil Sumba Barat Daya.

Simson menjelaskan, dirinya sebelumnya diminta mencari lokasi yang membutuhkan bantuan listrik mandiri dan ruang belajar anak di NTT. Bersama jajaran Perindo, mereka mengusulkan Kampung Lete Palolo karena hingga kini desa tersebut belum terjangkau jaringan listrik.

“Di desa itu masyarakatnya sampai saat ini belum teraliri listrik, sehingga menjadi hambatan kemajuan. Oleh karena itu, kami bersyukur apa yang diusulkan bisa diterima dan sudah diwujudnyatakan oleh Miss Indonesia,” kata Simson.

Kehadiran Rumah Belajar dan PLTS di Kampung Lete Palolo diharapkan menjadi awal lahirnya generasi muda Sumba Barat Daya yang lebih cerdas, mandiri, serta memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih masa depan menuju Indonesia Emas 2045. (*/rnc)