Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
INI bukan tentang sepakbola. Bukan juga tentang korupsi para Jaksa, bukan juga tentang jurnalisme. Ini tentang menjadi tua.
Menjadi tua sering kali disalahartikan sebagai memudarnya kekuatan atau menurunnya vitalitas. Padahal, seiring bertambahnya usia, kedewasaan justru menawarkan bentuk kekuatan baru yang lebih elegan: seni bertindak tenang dan menggunakan tenaga hanya pada saat yang paling tepat.
Pemahaman ini mengingatkan saya pada sebuah pengalaman berharga di masa muda, saat saya masih aktif sebagai wartawan. Kala itu, saya dan beberapa rekan jurnalis tengah meliput di Kejaksaan Agung RI di kawasan Blok M, Jakarta. Suasana ruang wawancara riuh dan sesak.
Kami semua berebut melontarkan pertanyaan dengan suara lantang dan penuh antusiasme kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang cukup lama kami tunggu.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, saya memperhatikan sosok wartawan senior dari Radio Nederland, Aboeprijadi Santoso, yang baru kali itu juga saya temui secara langsung. Kami sudah berteman di medsos sebelumnya.
Sepanjang sesi, beliau hanya duduk diam dan mengamati. Namun, menjelang akhir sesi, ketika kegaduhan mulai mereda, beliau bangkit dan mengajukan satu pertanyaan tunggal.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan