Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., melontarkan kritik tajam kepada perguruan tinggi besar di daerah yang dinilai belum maksimal menjalankan perannya dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Peluncuran Program Garuda melalui Pemberdayaan Sosial Masyarakat di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Kamis (9/7/2026).
Menurut Fauzan, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi harus hadir sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Perguruan tinggi besar di daerah harus merasa bersalah jika lingkungan di sekitarnya masih dikepung kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya angka partisipasi kuliah. Kampus tidak boleh berjalan terpisah dari masyarakat,” tegasnya.
Kampus Diminta Tinggalkan Ego Kompetisi
Dalam arahannya, Fauzan meminta seluruh perguruan tinggi, termasuk Undana sebagai kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur, menghentikan paradigma persaingan antarkampus.
Sebagai gantinya, pemerintah mendorong terbentuknya konsorsium perguruan tinggi yang berfokus pada riset dan inovasi teknologi tepat guna untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan