Bertambahnya usia dan pendewasaan diri bukanlah proses pelemahan, melainkan perjalanan menemukan kekuatan sejati yang membebaskan.

Seperti bendera yang berkibar dengan anggun dihembus angin—ia tidak melawan arah dengan kekerasan, melainkan menari mengikuti ritme namun tetap tegak berdiri.

Termasuk di dalam menjadi tua adalah kemauan menerima kekalahan jika seandainya itu harus terjadi. Tanpa mencari pembenaran atau alasan.

Pada akhirnya, menari bersama waktu adalah proses memeluk kedewasaan. Menjadi tua mengajarkan kita untuk lebih sabar, lebih tenang, dan hanya melangkah ketika momen itu benar-benar sempurna. (*)