Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 24,90 persen (yoy). Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,94 persen (yoy) dan kredit konsumsi meningkat 5,75 persen (yoy).

“Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51 persen (yoy),” kata Perry.

BI Optimistis Pertumbuhan Kredit Tetap Terjaga

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Iklan

Optimisme tersebut didukung oleh tingginya permintaan pembiayaan serta kondisi likuiditas perbankan yang dinilai masih sangat memadai.

Di sisi penawaran, perbankan masih memiliki minat yang kuat untuk menyalurkan kredit (lending appetite), ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen (yoy).

“Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tinggi, yaitu mencapai 10,21 persen (yoy),” ujarnya.

Suku Bunga Diharapkan Dorong Penyaluran Kredit

BI juga menilai perkembangan suku bunga perbankan akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan kredit.

Pada Juni 2026, suku bunga deposito tenor satu bulan tercatat sebesar 4,76 persen, sedangkan rata-rata suku bunga kredit berada di level 8,81 persen.