Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Setiap kelompok memaparkan konsep yang telah disusun sebelum masyarakat memberikan suara terhadap gagasan yang dinilai paling sesuai untuk diwujudkan.
Musyawarah berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari masyarakat. Warga menyampaikan dukungan, kritik, serta penyempurnaan terhadap setiap konsep yang diajukan hingga diperoleh gambaran awal mengenai pusat pengetahuan yang diinginkan bersama.
Di akhir kegiatan, sejumlah tokoh masyarakat berharap generasi muda Amfoang Tengah kelak mampu mengambil peran penting dalam perkembangan ilmu astronomi di Indonesia bahkan dunia, tanpa meninggalkan akar budaya lokal yang menjadi identitas mereka.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Pengabdian masyarakat ini melibatkan akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu sebagai bentuk kolaborasi dalam menghubungkan pengetahuan lokal dengan ilmu pengetahuan modern.
Tim pengabdian terdiri atas:
- Prananda Luffiansyah Malasan, Ph.D. (Institut Teknologi Bandung)
- Raditya Ardianto Taepoer, Ph.D. (Institut Teknologi Bandung)
- Dr. Anton Timur Jaelani (Institut Teknologi Bandung)
- Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja (Institut Teknologi Bandung)
- Angelica Maureen Elti, S.Ds. (Institut Teknologi Bandung)
- Annisa Nurrohmani M., S.Ds. (Institut Teknologi Bandung)
- Benardin Mascha Yuwono (Institut Teknologi Bandung)
- Chornelis Julestan Be’E Anin, M.Si. (Universitas Nusa Cendana)
- Anna Madeleine Raupach, Ph.D. (Australian National University)
- Dr. Phil. Ayu Okvitawanli (Universitas Sebelas Maret)
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, pengembangan Pusat Pengetahuan dan Budaya Etnoastronomi Amfoang Tengah diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang menghubungkan kearifan lokal dengan astronomi modern.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan