Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat (24/7/2026) di zona merah. Menjelang akhir pekan, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu turun cukup tajam hingga kembali ke level 6.200-an.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.05 WIB, IHSG berada di posisi 6.255,34, turun 59,96 poin atau 0,95 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG Sempat Sentuh Level Terendah 6.227

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.266,97.

Iklan

Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.268,53, sebelum terkoreksi hingga menyentuh level terendah 6.227,40.

Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi membuat IHSG bergerak konsisten di zona negatif.

Mayoritas Saham Bergerak Melemah

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup ramai.

Volume transaksi mencapai 3,54 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) sekitar Rp1,70 triliun.

Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 222.718 kali transaksi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 132 saham yang mengalami kenaikan harga.

Sebaliknya, 370 saham terkoreksi, sedangkan 176 saham lainnya bergerak stagnan.

Data tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik pada awal perdagangan.

Bursa Asia Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan yang melanda mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Indeks Nikkei Jepang tercatat mengalami penurunan paling tajam hingga 3 persen.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,31 persen, sedangkan Shanghai Composite Index terkoreksi 0,64 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan regional menjelang penutupan pekan perdagangan.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan ekonomi global serta berbagai sentimen eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham dalam beberapa hari ke depan. (*/rnc)