Ia menyebut hasil evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak tahun 2026 yang mencapai skor 840 menjadi modal optimisme bagi TTS untuk meraih predikat Pratama.

“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen mendukung target nasional Indonesia Layak Anak 2030, di mana setiap anak terlindungi haknya, bebas dari kekerasan, dan tumbuh secara optimal,” ujarnya.

Army juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak di era digital.

Iklan

Menurutnya, selain menjaga kesehatan fisik dan mental, seluruh pihak harus melindungi anak dari ancaman kekerasan, eksploitasi, perundungan daring (cyberbullying), serta paparan konten negatif di internet.

“Mari kita perkuat literasi digital agar anak-anak tumbuh aman dan bijak di era teknologi,” tegasnya.

Ajak Seluruh Elemen Bersinergi

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi Klasis Amanuban Tengah Utara, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah bersinergi membangun lingkungan ramah anak.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus melindungi anak dari segala bentuk kekerasan serta mendukung mereka meraih cita-cita.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyayangi anak, melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, dan menuntun mereka membangun masa depan yang gemilang. Kepada anak-anak TTS, teruslah belajar, gantungkan cita-cita setinggi langit, hormati orang tua, takut akan Tuhan, dan cintailah sesama,” tutupnya.