Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh pihak mengenai tanggung jawab memenuhi hak-hak anak.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum pengingat bagi kita semua akan mandat besar untuk memenuhi hak-hak anak. Menyayangi dan melindungi anak hari ini merupakan investasi bagi masa depan Timor Tengah Selatan,” katanya.

Tantangan Perlindungan Anak Masih Besar

Army mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan hak anak.

Iklan

Beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian antara lain tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, angka putus sekolah, kemiskinan ekstrem, hingga keterbatasan infrastruktur pendukung.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten TTS terus berupaya menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan anak.

Di antaranya melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten TTS, serta rencana pembangunan sekolah rakyat yang menyediakan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 hingga 4.

Selain itu, pemerintah juga mengaktifkan kembali lima Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, khususnya pemenuhan hak anak atas identitas.

Optimistis Raih Predikat Kabupaten Layak Anak

Menurut Army, berbagai langkah tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.