Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“NTT memiliki peluang yang sangat besar karena berada di wilayah perbatasan internasional. Kawasan perdagangan bebas bukan hanya berbicara tentang perdagangan, tetapi juga pembangunan wilayah, investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. David.
Ubah Perbatasan dari Daerah Terisolasi Menjadi Pusat Perdagangan
Para akademisi menilai pembentukan FTZ akan mengubah paradigma pembangunan kawasan perbatasan.
Selama ini wilayah perbatasan lebih banyak diposisikan sebagai kawasan pertahanan negara yang identik dengan berbagai persoalan, seperti kemiskinan, penyelundupan, dan perdagangan orang. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi ekonomi kawasan belum berkembang secara optimal.
Dengan adanya status kawasan perdagangan bebas, hambatan investasi akibat tingginya biaya logistik, pajak, dan biaya distribusi dapat ditekan sehingga kawasan perbatasan menjadi lebih menarik bagi investor.
Keberadaan FTZ juga diproyeksikan mendorong tumbuhnya industri manufaktur, memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan aktivitas ekspor-impor, serta memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste.
FTZ Diharapkan Percepat Transformasi Ekonomi NTT
Melalui berbagai insentif fiskal dan kemudahan investasi, pembentukan FTZ di perbatasan NTT–Timor Leste diyakini dapat menjadi fondasi transformasi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan