Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi kawasan perbatasan, seperti rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, keterbatasan infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan, hingga maraknya perdagangan orang dan penyelundupan.
Dalam konsep FTZ, pemerintah menawarkan sejumlah insentif yang diharapkan mampu menarik investor, di antaranya:
- Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
- Kemudahan impor mesin produksi dan bahan baku industri melalui pelonggaran bea masuk.
- Dukungan regulasi yang menciptakan iklim investasi lebih kompetitif.
Menurut Prof. Fredrik, berbagai insentif tersebut akan menekan biaya produksi, meningkatkan daya saing industri, membuka lapangan kerja baru, sekaligus mengurangi angka migrasi ilegal dari wilayah perbatasan.
“Wilayah perbatasan selama ini telah menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan negara. Sudah saatnya kawasan ini juga memperoleh manfaat ekonomi yang nyata melalui kebijakan yang mampu mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat,” tegas Prof. Fredrik Benu.
Pemprov NTT Siapkan Dokumen dan Koordinasi Lintas Kementerian
Sebagai bagian dari persiapan pembentukan FTZ, Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk tim ahli lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan