Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Bahkan, sebagian sampah yang semula berada di dalam kantong plastik telah berserakan hingga ke badan jalan dan mengganggu pengguna jalan.
“Kaka ini sampah sudah dua hari belum ada petugas yang angkut, tapi setiap hari warga kumpul sampah di sini,” ujar Sepri, warga Kayu Putih.
Temuan di lapangan semakin memperkuat keluhan masyarakat mengenai belum normalnya layanan pengangkutan sampah selama beberapa hari terakhir.
Kadis LHK Bantah Isu Anggaran Habis
Menanggapi isu yang berkembang mengenai dugaan anggaran pengelolaan sampah telah habis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Max Maahury, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Ia memastikan anggaran operasional pengelolaan sampah masih tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hingga akhir Tahun Anggaran 2026.
“Itu tidak benar, masa anggaran habis bagaimana, anggaran ada kok,” tegas Max.
Menurutnya, seluruh anggaran operasional, termasuk pengangkutan sampah, masih tersedia.
Kendala Utama akibat Pasokan BBM
Max menjelaskan hambatan utama yang menyebabkan layanan pengangkutan sempat terganggu adalah persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Ia mengungkapkan anggaran BBM memang sempat mengalami keterlambatan pencairan, namun kini telah direalisasikan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan