Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, pelayanan pengangkutan sampah harus berjalan optimal agar sebanding dengan kewajiban yang telah dipenuhi para pedagang.
“Kita ketahui bahwa memang ada keluhan tentang retribusi dan layanan, sehingga kita berupaya untuk memberikan pelayanan yang benar-benar maksimal,” ujarnya.
Sebagai langkah evaluasi, Perumda Pasar dan DLHK Kota Kupang telah menyepakati rapat koordinasi internal yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/7/2026).
Pertemuan tersebut akan membahas strategi baru terkait jadwal pengangkutan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Agar bisa terselesaikan, baik itu dari jadwal pengangkutan, sehingga tidak ada penumpukan,” katanya.
Sampah Juga Menumpuk di Permukiman
Selain di pasar tradisional, RakyatNTT.ID juga menemukan penumpukan sampah di sejumlah kawasan permukiman Kota Kupang.
Hasil penelusuran pada Sabtu (25/7/2026) menunjukkan sampah rumah tangga yang telah dikemas warga masih menumpuk di pinggir jalan dan belum diangkut oleh armada DLHK.
Kondisi tersebut ditemukan di wilayah Kelapa Lima dan Kayu Putih.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan