Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNT.ID – Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai penantang Argentina, melainkan sebagai tim yang memiliki semua modal untuk menjadi juara dunia.
Hal ini disampaikan tokoh politik, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore atau akrab disapa Jeriko, Sabtu (18/7/2026). Wali Kota Kupang periode 2017-2022 ini menjagokan Lamine Yamal dkk akan mengangkat trofi Piala Dunia 2026 di Met Life Stadium Senin (20/7/2026) dini hari nanti.
Ia menjelaskan, perjalanan La Roja menuju partai puncak memperlihatkan konsistensi, kedisiplinan, dan kualitas permainan kolektif yang mungkin menjadi pembeda dalam laga terbesar melawan juara bertahan Argentina.
“Sepanjang fase gugur, Spanyol mampu menyingkirkan Portugal, Belgia, hingga Prancis tanpa kehilangan identitas permainan mereka. Ini yang jadi modal Utama untuk menang di final,” kata Jeriko.
Menurut mantan Ketua KONI Kota Kupang ini, keunggulan terbesar Spanyol terletak pada penguasaan bola. Filosofi permainan yang diwariskan selama bertahun-tahun tetap menjadi senjata utama.
Spanyol mampu mengendalikan tempo pertandingan melalui umpan-umpan pendek yang akurat, membuat lawan kesulitan merebut bola sekaligus meminimalkan peluang serangan balik.
“Kalau Argentina gagal merebut penguasaan bola, maka Lionel Messi dan lini depan akan lebih sering menunggu daripada menciptakan peluang,” ujarnya.
Selain penguasaan bola, kata Jeriko, lini tengah Spanyol menjadi salah satu yang terbaik di turnamen ini. Kombinasi gelandang yang memiliki visi bermain, kemampuan mengatur ritme, dan mobilitas tinggi memungkinkan Spanyol mendominasi hampir setiap pertandingan.
Spanyol tidak hanya piawai membangun serangan dari belakang, tetapi juga cepat melakukan transisi ketika kehilangan bola. Kemampuan tersebut dapat membatasi ruang gerak pemain-pemain kreatif Argentina.
Selain itu, di sektor sayap kanan, Spanyol memiliki kecepatan yang sangat berbahaya. Kehadiran pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal memberi dimensi berbeda dalam serangan. Akan lebih berbahaya jika kreator serangan sayap kiri, Nico Williams dalam kondisi fit dan dimainkan.
“Dribel, kecepatan, dan kreativitas kedua pemain ini mampu memecah pertahanan lawan melalui duel satu lawan satu. Kalau Argentina terlalu fokus menjaga sisi tengah, ruang di kedua sisi lapangan bisa dimanfaatkan Spanyol untuk menciptakan peluang emas,” kata Jeriko yang juga penikmati sepak bola, khususnya Liga Inggris dan Liga Spanyol.
Keunggulan berikutnya, kata mantan anggota DPR RI ini, adalah organisasi pertahanan. Sepanjang turnamen, pertahanan Spanyol tampil sangat solid dengan koordinasi yang rapi antar lini. Bek tengah disiplin menjaga posisi, sementara kedua bek sayap mampu membantu serangan tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Soliditas tersebut membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang. Pertahanan Spanyol sebagai salah satu yang paling konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.
Spanyol juga unggul dalam kedalaman skuad. Ketika pertandingan memasuki babak kedua, pelatih Luis de la Fuente memiliki banyak opsi pemain berkualitas dari bangku cadangan.
Pergantian pemain sering kali meningkatkan intensitas permainan, bukan justru menurunkannya. Hal ini sangat penting apabila laga berlangsung hingga perpanjangan waktu.
Selain itu, dari sisi fisik, Spanyol juga tampak lebih segar. Skuad mereka didominasi pemain muda yang memiliki stamina tinggi sehingga mampu mempertahankan intensitas pressing selama 90 menit. Sebaliknya, Argentina masih sangat bergantung pada pengalaman dan kepemimpinan Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun.
Meski kualitas Messi tetap luar biasa, pengaruhnya dapat dikurangi apabila Spanyol berhasil menutup ruang dan memaksa Argentina lebih banyak bertahan.
Faktor lainnya, menurut Jeriko, adalah kedisiplinan taktik. Spanyol dikenal mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sangat baik. Setiap pemain memahami perannya, baik saat menyerang maupun bertahan.
Mereka jarang kehilangan bentuk permainan meski berada di bawah tekanan. Disiplin seperti inilah yang sering menjadi pembeda dalam pertandingan final yang berlangsung ketat.
Meski demikian, menurutnya, pertandingan diprediksi tetap berjalan seimbang. Argentina memiliki mental juara, pengalaman tampil di laga besar, serta sosok Lionel Messi yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.
Namun, apabila Spanyol mampu mempertahankan dominasi penguasaan bola, menjaga organisasi pertahanan, dan memaksimalkan kecepatan pemain sayap, peluang mereka untuk mengalahkan Argentina dan mengangkat trofi Piala Dunia 2026 terbuka sangat lebar.
Banyak pengamat bahkan menilai final ini sebagai benturan dua filosofi sepak bola, yakni kreativitas individual Argentina melawan permainan kolektif dan presisi khas Spanyol. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan