“Sepak bola adalah ruang yang setara. Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan. Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga, termasuk sepak bola yang selama ini identik dengan laki-laki,” ujarnya.

Menurut Dini, kesempatan yang sama dalam olahraga akan membantu anak perempuan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu memimpin, dan memiliki keyakinan untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani memimpin, dan yakin bahwa mereka mampu meraih cita-citanya,” tambahnya.

Iklan

Galang Dana untuk Pendidikan Anak Perempuan di NTT

Selain menggelar kompetisi, Soccer for Equality 2026 juga menjadi wadah sport charity atau olahraga untuk kegiatan sosial melalui penggalangan dana bagi pemenuhan hak pendidikan anak-anak di NTT.

Inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya akses pendidikan di provinsi tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di NTT pada 2024 baru mencapai 8,38 tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 9,22 tahun.