Yakobus menegaskan bahwa koperasi merupakan lembaga milik bersama yang dibangun atas semangat kebersamaan antaranggota.

“Lembaga ini lembaga milik kita, dari, oleh, dan untuk. Jadi tidak untuk siapapun dia punya lembaga ini, tapi kita sama-sama. Dan begitu, dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini KSP Kopdit Pintu Air telah memiliki sekitar 507.000 anggota dengan total aset mencapai Rp 2,7 triliun.

Iklan

Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka, menyampaikan apresiasi atas kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di wilayah tersebut.

Menurut Marthinus, koperasi menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses permodalan bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil dan pelaku usaha produktif.

“Umpamanya jadi anggota KSP Kopdit Pintu Air itu siap. Kalau ada anggota, sasaran pertama adalah masyarakat miskin yang belum memiliki modal supaya bisa menjadi anggota dan memperoleh akses pinjaman,” kata Marthinus.

Ia menilai dukungan permodalan melalui koperasi akan lebih optimal apabila dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Nanti kalau sudah menjadi anggota dan mendapat dukungan, berarti kesempatan untuk memperoleh pinjaman semakin terbuka sehingga modal usaha bisa bertambah besar. Kalau kegiatan itu jalan, seperti usaha ternak kambing, perikanan, bebek maupun komoditas hortikultura, tentu ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.