Mereka adalah Jumaida Sarlota Hana Kase (10), siswi kelas IV SD GMIT Oelbubuk, Angky Gabriel Mateos Kase (8), siswa kelas II, dan Alen Marsela Taifa (10), siswi kelas IV.

Saat berdialog dengan anak-anak tersebut, petugas menemukan fakta yang menyentuh. Mereka mengaku tidak menggunakan sepatu ke sekolah karena sepatu yang dimiliki telah rusak dan tidak layak dipakai lagi.

“Ketika ditanya kenapa tidak menggunakan sepatu, mereka menjawab dengan polos bahwa sepatu mereka sudah robek sehingga tidak bisa dipakai ke sekolah,” kata Kapolres.

Iklan

Diajak Belanja Perlengkapan Sekolah Baru

Mendengar kondisi tersebut, Polres TTS langsung bergerak cepat. Pada sore hari yang sama, Kasat Lantas Polres TTS, Iptu I Gusti Komang Astina bersama personel Satlantas mengajak Jumaida dan Angky beserta ibu mereka ke Kota Soe untuk membeli perlengkapan sekolah baru.

Momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi kedua anak itu. Mereka diberi kesempatan memilih sendiri sepatu, tas, dan kebutuhan sekolah lainnya yang selama ini sulit mereka miliki akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Senyum bahagia terlihat di wajah mereka saat mencoba sepatu baru yang akan digunakan untuk bersekolah.

“Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi tentang memastikan bahwa anak-anak memiliki semangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita mereka,” ungkap AKBP Hendra Dorizen.