Waingapu, RakyatNTT.ID – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika sebuah rumah pondok terbakar pada Kamis (4/6/2026) dini hari.

Kebakaran tersebut menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga dan menyebabkan seluruh bangunan beserta isinya hangus dilalap api.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 Wita di RT 002/RW 002, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.

Iklan

Empat korban yang meninggal dunia masing-masing berinisial KH alias Kristanto (33), EUL alias Elisabet (30), SNN alias Stella (9), dan AWPT alias Aneta yang masih berusia dua tahun.

Korban terdiri dari pasangan suami istri, seorang anak kandung, serta seorang anak kerabat yang tinggal bersama keluarga tersebut.

Terjebak Kobaran Api saat Tidur

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah yang terbakar merupakan pondok non permanen berukuran sekitar 3 x 4 meter yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu.

Saat kebakaran terjadi, para korban diduga sedang tertidur lelap sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.

Ketika ditemukan, kondisi keempat korban sangat mengenaskan karena seluruh tubuh mereka hangus terbakar di dalam rumah.

Selain merenggut nyawa empat penghuni rumah, kebakaran juga memusnahkan seluruh perabotan dan barang-barang milik korban.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan

Aparat dari Polres Sumba Timur segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Untuk kepentingan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut, anggota Patroli Samapta Polres Sumba Timur mengevakuasi keempat jenazah ke RSUD Umbu Rarameha Waingapu menggunakan kendaraan pikap.

Jenazah kemudian ditempatkan di ruang jenazah rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kapolres Benarkan Kejadian

Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr. Gede Harimbawan, membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menewaskan satu keluarga tersebut.

Menurutnya, penyidik masih bekerja untuk mengungkap penyebab kebakaran dan memastikan kronologi lengkap kejadian.

Polisi juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mengamankan area dan memudahkan proses penyelidikan.

Selain itu, sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut turut dimintai keterangan untuk membantu mengungkap penyebab kebakaran.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar. Warga setempat tampak berdatangan ke lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran yang merenggut empat nyawa tersebut. (*/rnc)