Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Madrid, RakyatNTT.ID – Timnas Spanyol memasuki Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Keberhasilan menjuarai Euro 2024 serta performa konsisten dalam berbagai kompetisi internasional membuat La Roja kembali diperhitungkan sebagai kekuatan utama sepak bola dunia.
Meski menyandang label favorit, kapten Spanyol, Rodri, menegaskan bahwa status tersebut tidak memberikan tekanan tambahan bagi para pemain. Menurutnya, prediksi dan penilaian publik tidak akan menentukan hasil yang terjadi di lapangan.
Gelandang andalan Spanyol itu mencontohkan perjalanan timnya pada Euro 2024. Saat itu, Spanyol tidak masuk dalam daftar unggulan utama, namun justru mampu tampil impresif dan keluar sebagai juara Eropa.
Belajar dari Kesuksesan Euro 2024
Rodri mengaku tidak terlalu memikirkan berbagai prediksi yang menempatkan Spanyol sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Ia menilai opini publik hanyalah penilaian dari luar yang tidak memengaruhi persiapan tim.
“Saya rasa itu bukan sesuatu yang benar-benar berdampak besar kepada kami para pemain. Saya rasa tidak banyak yang menjagokan kami sebelum Euro, tetapi kami berhasil menjuarainya,” ujar Rodri.
Menurut pemain Manchester City tersebut, fokus utama tim saat ini adalah menjaga kualitas permainan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Sekarang tampaknya kami dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Namun, itu sama sekali tidak memengaruhi apa pun. Itu hanyalah opini pribadi, sebuah penilaian,” lanjutnya.
Konsistensi jadi Penentu Gelar
Sebagai pemain yang telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub dan tim nasional, Rodri memahami bahwa kualitas skuad saja tidak cukup untuk memenangkan Piala Dunia.
Peraih penghargaan Ballon d’Or 2024 itu menilai konsistensi merupakan faktor paling penting dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia.
“Tim yang bermain baik dalam delapan atau sembilan pertandingan akan menjadi juara,” katanya.
Rodri menambahkan bahwa sejarah Piala Dunia menunjukkan banyak tim unggulan gagal memenuhi ekspektasi, sementara tim yang kurang dijagokan justru mampu melangkah jauh dan menciptakan kejutan.
Karena itu, setiap pertandingan harus dijalani dengan tingkat fokus dan konsentrasi yang sama sejak fase grup hingga partai final.
Satu Kesalahan Bisa Berakibat Fatal
Rodri menilai salah satu tantangan terbesar dalam Piala Dunia adalah tingginya tingkat persaingan dan ketidakpastian hasil pertandingan. Banyak faktor kecil yang bisa menentukan nasib sebuah tim selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, tim yang ingin menjadi juara harus mampu menjaga mentalitas, tekad, dan performa secara konsisten sepanjang kompetisi.
“Tim yang sangat difavoritkan bisa saja melangkah jauh tetapi gagal tampil baik, dan sebaliknya juga bisa terjadi,” ujarnya.
“Anda harus menjaga tekad dan konsistensi sepanjang turnamen dan, yang terpenting, menyadari bahwa satu hari buruk saja bisa membuat Anda langsung tersingkir,” tegas Rodri.
Bidik Gelar Dunia Kedua Spanyol
Selain ingin membawa Spanyol kembali berjaya di panggung dunia, Rodri juga memiliki motivasi pribadi untuk melengkapi koleksi gelar internasionalnya bersama La Roja.
Sejauh ini, pemain berusia 29 tahun tersebut telah membantu Spanyol meraih gelar UEFA Nations League dan Euro 2024. Namun, trofi Piala Dunia masih menjadi satu-satunya gelar besar yang belum berhasil ia menangkan bersama tim nasional.
Dengan perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, Spanyol diyakini memiliki modal kuat untuk bersaing hingga fase akhir turnamen.
Jika mampu mengangkat trofi Piala Dunia 2026, Rodri akan menjadi bagian dari generasi emas baru yang mengantar Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sukses bersejarah pada 2010 di Afrika Selatan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan