Pelatih Jesse Marsch optimistis gaya permainan agresif dan penuh percaya diri yang diterapkan kepada anak asuhnya mampu menjadi senjata utama di turnamen kali ini.

Kanada masih mengandalkan sejumlah pemain bintang yang merumput di Eropa, seperti bek Bayern Munchen Alphonso Davies, striker Juventus Jonathan David, hingga penyerang Southampton Cyle Larin.

Bosnia-Herzegovina Siap Memberikan Kejutan

Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina datang dengan semangat besar setelah berhasil memastikan tiket ke putaran final melalui jalur play-off.

Iklan

Tim berjuluk Zmajevi itu sukses menyingkirkan dua lawan tangguh, yakni Wales dengan skor 4-2 dan Italia dengan skor telak 4-1.

Keberhasilan tersebut membuat Bosnia-Herzegovina kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali berpartisipasi pada edisi 2014.

Pada penampilan perdana mereka di Brasil 2014, Bosnia gagal melaju ke babak berikutnya setelah kalah dari Argentina dan Nigeria. Kemenangan atas Iran pada laga terakhir hanya mampu membawa mereka finis di posisi ketiga grup.

Kini, pasukan asuhan Sergej Barbarez berharap bisa mencatatkan sejarah yang lebih baik.

Salah satu sosok yang masih menjadi andalan adalah Edin Dzeko. Striker berusia 40 tahun itu merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bosnia-Herzegovina dengan torehan 73 gol dari 148 pertandingan internasional.

Ambisi Besar Tuan Rumah

Status sebagai tuan rumah membuat Kanada memikul ekspektasi tinggi. Dukungan publik di Toronto diyakini menjadi kekuatan tambahan bagi skuad Jesse Marsch untuk mengawali turnamen dengan kemenangan.