Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Langkah tersebut dilakukan agar setiap anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kupang.
Usai mengikuti Sidang Paripurna ke-13, Chris Widodo kembali menegaskan bahwa Silpa Rp66,6 miliar tidak hanya berasal dari program yang belum terealisasi, tetapi juga dipengaruhi berbagai komponen lainnya dalam pelaksanaan APBD.
“Silpa ini komponen-komponennya tidak hanya berasal dari program yang tidak terealisasi. Ada pengaruh efisiensi belanja, dinamika pelaksanaan anggaran, dan ada pekerjaan yang belum terselesaikan pembayarannya. Semua itu mempengaruhi besaran Silpa,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah evaluasi dan perbaikan yang dilakukan, Pemerintah Kota Kupang berharap pengelolaan APBD ke depan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (rnc04)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan