Jakarta, RakyatNTT.ID – Miss Indonesia 2025, Audrey Bianca, membawa misi pemberdayaan masyarakat melalui proyek Beauty with a Purpose (BWAP) yang berfokus pada penyediaan akses listrik bagi wilayah terpencil di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui program bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Audrey berharap kehadiran listrik tenaga surya dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, hingga kesejahteraan ekonomi.

Tema yang diusung pada proyek sosial tahun ini terinspirasi dari semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Menurut Audrey, setiap keterbatasan yang dihadapi masyarakat selalu menyimpan harapan akan perubahan yang lebih baik.

Iklan

“Kami sangat terinspirasi oleh Raden Ajeng Kartini. Di mana masa-masa kegelapan dan kesusahan pasti memiliki jalan keluar, pasti ada terang yang menanti,” ujar Audrey Bianca di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Audrey menilai keindahan Indonesia tidak hanya tercermin dari kekayaan alam dan budaya, tetapi juga dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah yang masih tertinggal.

“Indonesia adalah negara yang sangat indah. Menurut saya, keindahan itu harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan. Melalui akses listrik dan aula serbaguna yang dibangun, kami ingin membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Proyek Sosial Berbasis Pemberdayaan

Meski menjalankan proyek sosial berskala besar, Audrey menegaskan bahwa dirinya bersama tim Miss Indonesia tidak ingin dipandang sebagai pihak yang hanya memberikan bantuan sesaat.

“Sesuai dengan nilai-nilai yang diusung Miss Indonesia, kami tidak datang sebagai superhero. Kami tidak datang, memberikan listrik, lalu pergi begitu saja,” katanya.

Sebaliknya, proyek BWAP tersebut dirancang dengan konsep pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada warga mengenai cara merawat dan mengelola panel surya secara mandiri.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlangsungan fasilitas yang telah diberikan tanpa bergantung pada bantuan dari luar.

“Kami ingin mengajarkan sistem yang memungkinkan mereka merawat panel surya ini sendiri. Jadi yang kami bangun bukan ketergantungan, melainkan pemberdayaan,” ujar Audrey.

Melalui proyek Beauty with a Purpose (BWAP), Audrey Bianca berharap kehadiran listrik tenaga surya di wilayah terpencil Sumba tidak hanya menjadi sumber penerangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong kemajuan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selama ini belum menikmati akses energi yang memadai. (*/rnc)