“Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Pemimpin yang baik tidak diukur dari besarnya kekuasaan yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan kemampuannya menyelesaikan persoalan yang ada,” tegasnya.

Wali Kota juga kembali mengingatkan semangat yang menjadi arah pembangunan birokrasi Pemerintah Kota Kupang, yakni “Memerintah adalah Melayani”. Menurutnya, paradigma birokrasi modern harus berorientasi pada pelayanan, bukan pada kekuasaan.

“Selama lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai pihak yang memerintah, tetapi sebagai pihak yang melayani masyarakat. Memerintah adalah melayani,” katanya.

Iklan

Momentum pelantikan yang berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila juga dimanfaatkan Christian Widodo untuk mengajak seluruh ASN mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari gagasan dan perenungan Bung Karno saat berada di Flores. Karena itu, masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.