Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Faktor pertama adalah metode pembelajaran yang masih berfokus pada kemampuan dasar seperti menghafal dan memahami konsep sederhana atau level C1 hingga C3.
Sementara itu, soal-soal dalam TKA nasional lebih banyak mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah pada level C4 hingga C6.
“Terjadi ketidaksinkronan antara proses pembelajaran di kelas dengan bentuk soal asesmen yang dihadapi siswa,” ungkap Okto.
Faktor kedua adalah minimnya pengalaman siswa dalam menghadapi soal dengan tingkat kompleksitas tinggi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mendalam.
Kota Kupang Siapkan Berbagai Intervensi
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kota Kupang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan capaian akademik siswa pada tahun mendatang.
Program yang akan dijalankan antara lain peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan pembelajaran berbasis analisis dan pemecahan masalah, serta perubahan sistem evaluasi di sekolah agar lebih banyak menggunakan soal-soal berpikir kritis.
Selain itu, siswa kelas akhir SD dan SMP akan mendapatkan program latihan intensif atau drill sejak awal tahun ajaran baru.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan