Kupang, RakyatNTT.ID – Aktivis Nusa Tenggara Timur (NTT), Aldi Mooy, menyatakan penolakannya terhadap agenda safari politik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan berlangsung di NTT selama beberapa hari mulai akhir Juli 2026.

Menurut Aldi, kunjungan tersebut tidak dapat menghapus berbagai kritik dan persoalan yang menjadi catatan selama satu dekade pemerintahan Joko Widodo.

“Bagi kami, rakyat NTT tidak membutuhkan panggung politik. Yang dibutuhkan adalah jawaban atas persoalan yang masih dirasakan masyarakat,” ujar Aldi dalam pernyataan yang diterima, Rabu (29/7/2026).

Iklan

Soroti Persoalan yang Masih Dihadapi NTT

Aldi menilai hingga saat ini masyarakat NTT masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari tingginya angka kemiskinan, terbatasnya lapangan pekerjaan, kualitas pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga pemerataan pembangunan.

Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dan membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar agenda kunjungan politik.

“Faktanya, NTT hingga kini masih menghadapi tantangan besar berupa kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, kualitas pendidikan, akses kesehatan, dan pembangunan yang belum merata. Persoalan-persoalan itu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai,” katanya.

Nilai Safari Politik Lebih Bermuatan Agenda Politik

Selain menyoroti kondisi di NTT, Aldi juga mengaitkan penilaiannya dengan berbagai kontroversi yang menurutnya mewarnai pemerintahan Joko Widodo di tingkat nasional.