Untuk menutupi seluruh bagian atap, dibutuhkan sekitar 650 ikat alang-alang yang disusun secara tradisional sesuai teknik warisan leluhur.

Penggantian atap ini tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan yang mulai lapuk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keaslian arsitektur rumah adat Lio yang telah diwariskan turun-temurun.

Menghimpun Keturunan Ame Raja dari Berbagai Daerah

Salah satu tokoh keturunan Ame Raja, Sedu Valentinus, menjelaskan bahwa Sa’o Ria Ame Raja memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Wolojita.

Iklan

Menurutnya, Ame Raja merupakan leluhur yang memiliki delapan orang anak yang kemudian menjadi cikal bakal berbagai garis keturunan yang kini tersebar di berbagai wilayah.

“Acara ini menjadi momentum penting untuk menghimpun seluruh keturunan yang telah berkembang selama ratusan tahun. Kehadiran mereka hari ini merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur,” ungkap Sedu Valentinus.

Ia menambahkan bahwa nilai historis rumah adat tersebut tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada semangat persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Biaya Renovasi Capai Rp700 Juta

Revitalisasi Rumah Adat Ame Raja didanai secara swadaya melalui iuran keluarga besar keturunan Ame Raja serta dukungan dari para simpatisan.