Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami ingin memastikan masyarakat di seluruh wilayah NTT memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan spesialistik,” ujarnya.
Kebutuhan dokter spesialis di NTT saat ini memang berada pada titik yang sangat mendesak. Ketua Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT, dr. Laurens David Paulus, Sp.O.G., Subsp. Onk., FISQua., mengungkapkan bahwa dari sekitar 70 dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang ada di NTT, hampir 30 orang terkonsentrasi di Kota Kupang.
Ketimpangan tersebut menyebabkan sejumlah kabupaten kepulauan hanya memiliki satu dokter spesialis Obgyn. Kondisi ini berisiko mengganggu pelayanan darurat apabila dokter yang bersangkutan berhalangan menjalankan tugas.
Situasi serupa juga terjadi pada kebutuhan dokter anestesi. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) Cabang NTT, dr. Robinzon G. Fanggidae, Sp.An-TI, FIP., menegaskan bahwa keberadaan dokter anestesi menjadi elemen vital dalam operasional kamar bedah di rumah sakit daerah.
Kuota Terbatas dan Seleksi Berlapis
Untuk menjaga kualitas pendidikan, FKKH Undana menetapkan kuota penerimaan secara ketat. Program Spesialis Obgyn hanya menerima empat peserta setiap semester. Sementara Program Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif menerima tiga peserta per semester atau enam peserta setiap tahun.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan