Kupang, RakyatNTT.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (FEB Undana) menggelar kuliah umum bertajuk “Resiliensi Keuangan Daerah: Menjawab Tantangan Kebijakan Efisiensi Anggaran Melalui Alternatif Pembiayaan Kreatif” di Aula FEB Undana, Kupang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya civitas akademika untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai tantangan keuangan daerah dan strategi inovatif dalam memperkuat perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk menjembatani teori ekonomi dengan praktik di lapangan, FEB Undana menghadirkan akademisi Universitas Mataram, Dr. Subhan Purwadinata, S.E., M.E., serta Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Ernes D. Hamel, S.Pi., M.Si.

Iklan

Dorong Hilirisasi dan Penguatan Pendapatan Daerah

Dalam pemaparannya, Dr. Subhan Purwadinata menekankan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak dapat hanya bergantung pada sektor perpajakan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengembangkan rantai nilai tambah (value chain) agar komoditas lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Berdasarkan evaluasi kondisi ekonomi NTT hingga triwulan III tahun 2025, Subhan mengusulkan penguatan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan sumber daya lokal sebagai strategi memperkuat struktur ekonomi daerah.