Masih diliputi rasa takut dan tekanan psikologis, dr. Icha memilih kembali ke tempat tinggalnya.

Sekitar pukul 19.00 Wita, rekan-rekannya berusaha menghubungi dr. Icha, namun tidak mendapat respons. Saat mendatangi tempat tinggalnya, mereka menemukan dr. Icha dalam kondisi lemah.

Ia kemudian dibawa kembali ke RS Leona untuk mendapatkan penanganan medis.

Iklan

Setelah menjalani perawatan, dr. Icha mengaku masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan serta perlakuan yang diterimanya saat bertugas di IGD.

Pada Selasa, 16 Juni 2026, keluarga dr. Icha yang diwakili pamannya, Olis Pakaenoni, bersama Viktor Manbait mendatangi Kantor DPRD Kabupaten TTU untuk meminta perlindungan bagi tenaga medis dan menyampaikan keberatan atas tindakan dua anggota DPRD tersebut.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua I DPRD TTU Polce Naibesi, Ketua Badan Kehormatan DPRD TTU Maksimus Manehat, dan anggota Badan Kehormatan DPRD TTU Feliks Anunut.

Dalam pertemuan itu, keluarga meminta klarifikasi mengenai identitas dua orang yang sebelumnya mengaku sebagai anggota DPRD.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga, pimpinan DPRD membenarkan bahwa kedua orang tersebut adalah anggota DPRD TTU, yakni Trens Lasakar dari Komisi I dan Robertus Tubani dari Komisi III.