Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kondisi tersebut telah dijelaskan kepada keluarga pasien. Namun, keluarga pasien tidak menerima penjelasan tersebut dan meminta agar vaksin segera diberikan.
Dalam situasi itu, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU.
Tak lama kemudian, seorang pria lainnya masuk ke ruang IGD dan ikut melontarkan protes dengan suara keras. Pria tersebut mengaku sebagai anggota Komisi III DPRD TTU.
Dengan nada tinggi, pria tersebut memperkenalkan diri sebagai Robertus Tubani dan menyebut dirinya anggota Komisi III DPRD TTU yang bermitra dengan Dinas Kesehatan.
Meski telah berupaya memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien serta dasar medis dari tindakan yang diambil, dr. Icha mengaku tidak mendapat respons yang baik dan justru merasa tertekan hingga menangis.
Mengetahui situasi tersebut, dr. Icha menghubungi pimpinan RS Leona. Direktur rumah sakit kemudian datang ke IGD untuk meredam situasi dan menjelaskan bahwa tindakan medis yang dilakukan telah sesuai SOP serta berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialis.
Setelah situasi kondusif, pasien tetap menjalani observasi di RS Leona.
Namun, keesokan harinya, Minggu (14/6/2026), saat hendak kembali bertugas, dr. Icha melihat dua orang yang sebelumnya terlibat dalam peristiwa tersebut berada di lingkungan rumah sakit.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan