Tambolaka, RakyatNTT.ID – Kelulusan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kerap dianggap sebagai akhir dari sebuah perjalanan pendidikan.

Namun bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD), momentum tersebut justru menjadi titik awal bagi lahirnya generasi tangguh yang akan menentukan masa depan daerah.

Pesan itu disampaikan Pemerintah Kabupaten SBD saat kegiatan penerimaan amplop kelulusan siswa-siswi Kelas IX SMP Teologi Kristen (TK) Pniel Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di kompleks persekolahan Pniel, Selasa (2/6/2026).

Iklan

Dalam sambutan tertulis Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda SBD, Enos Eka Dede, pemerintah daerah menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurut Pemkab SBD, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik. Sebab, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat hanya diukur dari nilai rapor atau angka kelulusan semata.

“Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” demikian kutipan sambutan Bupati yang dibacakan Enos.

Pandangan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sumba Barat Daya yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun daerah. Pemerintah menilai investasi terbaik untuk masa depan adalah menyiapkan generasi muda yang memiliki kualitas intelektual sekaligus karakter yang kuat.

Karena itu, Pemkab SBD mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam dunia pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, yayasan, hingga pemerintah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar proses pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemkab SBD juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Pniel yang selama ini konsisten membina peserta didik melalui pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan aspek iman, ilmu pengetahuan, dan karakter.

Keberhasilan siswa menuntaskan pendidikan di tingkat SMP disebut sebagai hasil kerja bersama antara guru, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

Bagi para lulusan, pemerintah daerah berpesan agar kelulusan tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, capaian tersebut harus dijadikan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan potensi diri.

Di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, generasi muda Sumba Barat Daya dituntut untuk memiliki daya saing, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang kuat agar mampu menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri.

Pemkab SBD meyakini bahwa cita-cita mewujudkan Kabupaten SBD yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Karena itu, pesan yang disampaikan kepada para lulusan SMP TK Pniel tahun ini bukan sekadar ucapan selamat atas kelulusan, melainkan ajakan untuk terus melangkah, belajar, dan mempersiapkan diri menjadi generasi tangguh yang kelak membawa perubahan bagi Sumba Barat Daya. (rnc29)