Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, mengatakan petani di daerahnya berpeluang memperoleh pendapatan hingga sekitar Rp54 juta dari pengelolaan lahan sawah seluas satu hektar dalam satu kali musim tanam.

Hal itu disampaikan Ratu Wulla saat meresmikan Kantor Cabang KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kodi di Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (22/6/2026).

Menurut dia, sektor pertanian menjadi prioritas pemerintah daerah karena sekitar 85 persen masyarakat SBD menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Iklan

“Pertanian dan peternakan menjadi sektor yang menjadi prioritas. Mengapa? Karena 85 persen masyarakat Sumba Barat Daya adalah petani,” kata Ratu Wulla.

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, lahan sawah seluas satu hektar mampu menghasilkan sekitar enam ton gabah kering dengan dukungan pupuk bersubsidi.

Setelah melalui proses penggilingan, hasil tersebut setara dengan sekitar 4,5 ton atau 4.500 kilogram beras.

Dengan mengacu pada harga pembelian sekitar Rp12.000 per kilogram, nilai produksi dari satu hektar lahan mencapai sekitar Rp54 juta dalam waktu kurang lebih tiga bulan.

“Biaya produksi saya hitung kurang lebih Rp8 juta. Tetapi hasilnya ketika kita menanam padi satu hektar kurang lebih sekitar Rp54 juta,” ujar dia.

Ratu Wulla mengatakan, peluang tersebut semakin terbuka seiring hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.

Menurut dia, setiap dapur MBG membutuhkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan, mulai dari beras, sayuran, telur, hingga daging ayam setiap hari.

“Satu dapur melayani sekitar 2.000 sampai 3.000 penerima manfaat. Berarti kebutuhan telur, sayuran, beras, dan bahan pangan lainnya sangat besar. Pasarnya sudah jelas, tinggal siapa yang mau menangkap peluang ini,” katanya.

Karena itu, ia berharap KSP Kopdit Pintu Air tidak hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi mitra petani dalam menyediakan pembiayaan usaha produktif agar mampu meningkatkan hasil produksi.

Koperasi juga bisa hadir untuk mendukung produktivitas petani karena pasarnya sudah ada. Pemerintah memberikan bantuan benih, alat pertanian, pendampingan penyuluh, sementara koperasi dapat mendukung pembiayaannya,” ujar Ratu Wulla.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak masyarakat memanfaatkan koperasi untuk membangun kemandirian ekonomi.

Ia menekankan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri menanam, menabung, dan mengelola keuangan secara disiplin agar mampu meningkatkan kesejahteraan.

Menurut Yakobus, wilayah Kodi memiliki potensi pertanian yang besar karena lahan masih produktif, bahkan jagung dapat tumbuh dengan baik pada musim kemarau.

“Kita sebenarnya berkelimpahan. Kalau rajin bekerja, kita bisa panen beberapa kali. Yang perlu dibenahi adalah tata kelola dan semangat untuk terus meningkatkan kesejahteraan bersama,” kata Yakobus.

Peresmian Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kodi juga menjadi tonggak penting bagi pengembangan koperasi di wilayah tersebut.

Cabang Kodi resmi menjadi cabang ke-69 KSP Kopdit Pintu Air dan hingga Mei 2026 telah memiliki 2.516 anggota dengan berbagai layanan simpan pinjam untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (rnc29)