Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ratu Wulla mengatakan, peluang tersebut semakin terbuka seiring hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.
Menurut dia, setiap dapur MBG membutuhkan berbagai komoditas pertanian dan peternakan, mulai dari beras, sayuran, telur, hingga daging ayam setiap hari.
“Satu dapur melayani sekitar 2.000 sampai 3.000 penerima manfaat. Berarti kebutuhan telur, sayuran, beras, dan bahan pangan lainnya sangat besar. Pasarnya sudah jelas, tinggal siapa yang mau menangkap peluang ini,” katanya.
Karena itu, ia berharap KSP Kopdit Pintu Air tidak hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi mitra petani dalam menyediakan pembiayaan usaha produktif agar mampu meningkatkan hasil produksi.
“Koperasi juga bisa hadir untuk mendukung produktivitas petani karena pasarnya sudah ada. Pemerintah memberikan bantuan benih, alat pertanian, pendampingan penyuluh, sementara koperasi dapat mendukung pembiayaannya,” ujar Ratu Wulla.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak masyarakat memanfaatkan koperasi untuk membangun kemandirian ekonomi.
Ia menekankan bahwa masyarakat perlu membiasakan diri menanam, menabung, dan mengelola keuangan secara disiplin agar mampu meningkatkan kesejahteraan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan