Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua resmi memulai pembangunan Revitalisasi Jenjang SMP Tahap I Tahun 2026 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., di SMP Negeri 4 Sabu Barat, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik bagi para siswa.
Acara peletakan batu pertama turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua Laurens A. Ratu Wewo, S.Sos., Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, para guru, tokoh agama, komite sekolah, serta masyarakat setempat.
SMPN 4 Sabu Barat Dapat Revitalisasi Lima Gedung Utama
Kepala SMP Negeri 4 Sabu Barat, Kaleb A. Ratu, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua atas dukungan yang diberikan melalui program revitalisasi sekolah tahun 2026.
Menurutnya, sekolah memperoleh alokasi anggaran untuk rehabilitasi dan peningkatan lima fasilitas utama, yakni Laboratorium IPA, Laboratorium TIK, ruang kantor, toilet siswa, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Selain itu, sekolah juga mendapatkan bantuan pembangunan pagar dan gapura sebagai hasil dari keaktifan pihak sekolah dalam mengikuti berbagai kegiatan bimbingan teknis bersama kementerian terkait.
Kaleb juga mengapresiasi program seragam sekolah gratis serta pembangunan akses jalan menuju sekolah yang dinilai sangat membantu siswa dan tenaga pendidik.
Ia turut berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan persoalan status lahan sekolah yang saat ini masih masuk dalam kawasan hutan.
23 Sekolah Lolos Revitalisasi Tahap I Tahun 2026
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Laurens A. Ratu Wewo, mengungkapkan bahwa keberhasilan program revitalisasi sekolah merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama Dinas PKO dalam memperjuangkan dukungan dari pemerintah pusat.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, SMP Negeri 4 Sabu Barat menjadi satu-satunya sekolah di Nusa Tenggara Timur yang berhasil menyelesaikan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan pertama program revitalisasi lebih awal.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengusulkan sebanyak 62 sekolah dalam program revitalisasi, dan sebanyak 23 sekolah berhasil lolos pada Tahap I.
Laurens meminta pihak sekolah dan seluruh pemangku kepentingan mempercepat koordinasi agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Program ini tidak mudah didapat. Ini hasil kerja keras Bupati dan Dinas PKO ke Kementerian. Mari kita dukung bersama,” ujarnya.
Bupati Tegaskan Pendidikan adalah Investasi Masa Depan
Dalam sambutannya, Bupati Krisman B. Riwu Kore menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengubah masa depan generasi muda Sabu Raijua.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, pemerintah tetap berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.
Bupati menjelaskan bahwa melalui efisiensi perjalanan dinas serta sejumlah pos anggaran lainnya yang dilakukan bersama DPRD, pemerintah daerah berhasil menghemat anggaran hingga Rp26 miliar.
Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai program prioritas, seperti pembangunan enam ruas jalan, pemberian seragam sekolah gratis, santunan duka, serta pemasangan lampu jalan.
Terkait akses jalan menuju sekolah yang belum seluruhnya diaspal, Bupati memastikan pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, persoalan status lahan sekolah yang masih masuk kawasan hutan sedang diproses melalui penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Dorong Sekolah Aktif Jemput Program Pusat
Krisman juga memberikan apresiasi kepada Kepala SMP Negeri 4 Sabu Barat yang dinilai aktif dan kreatif dalam mencari peluang bantuan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, masih banyak program dan bantuan yang tersedia di kementerian, sehingga pemerintah daerah dan sekolah harus proaktif membangun komunikasi serta mengajukan usulan program.
“Bantuan di pusat itu banyak. Kita di daerah harus kreatif, inovatif, dan menjaga situasi tetap kondusif agar program pusat bisa terus dibawa ke Sabu Raijua,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan pihak pelaksana pembangunan agar bekerja sesuai petunjuk teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan bangunan yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Melalui program Revitalisasi Jenjang SMP Tahap I Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap kualitas infrastruktur pendidikan semakin meningkat dan mampu mendukung terciptanya generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan